Selasa, 10 November 2009

10 Nasihat Ibnul Qayyim Untuk Bersabar Agar Tidak Terjerumus Dalam Lembah

Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi dan Rasul paling
mulia. Amma ba_du.

Berikut ini sepuluh nasihat Ibnul Qayyim rahimahullah untuk menggapai kesabaran diri agar tidak terjerumus dalam
perbuatan maksiat:

Pertama, hendaknya hamba menyadari betapa buruk, hina dan rendah perbuatan maksiat. Dan hendaknya dia
memahami bahwa Allah mengharamkannya serta melarangnya dalam rangka menjaga hamba dari terjerumus dalam
perkara-perkara yang keji dan rendah sebagaimana penjagaan seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya demi
menjaga anaknya agar tidak terkena sesuatu yang membahayakannya.

Kedua, merasa malu kepada Allah& Karena sesungguhnya apabila seorang hamba menyadari pandangan Allah yang
selalu mengawasi dirinya dan menyadari betapa tinggi kedudukan Allah di matanya. Dan apabila dia menyadari bahwa
perbuatannya dilihat dan didengar Allah tentu saja dia akan merasa malu apabila dia melakukan hal-hal yang dapat
membuat murka Rabbnya... Rasa malu itu akan menyebabkan terbukanya mata hati yang akan membuat Anda bisa
melihat seolah-olah Anda sedang berada di hadapan Allah...

Ketiga, senantiasa menjaga nikmat Allah yang dilimpahkan kepadamu dan mengingat-ingat perbuatan baik-Nya
kepadamu.

Apabila engkau berlimpah nikmat

maka jagalah, karena maksiat

akan membuat nikmat hilang dan lenyap

Barang siapa yang tidak mau bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah kepadanya maka dia akan disiksa dengan
nikmat itu sendiri.

Keempat, merasa takut kepada Allah dan khawatir tertimpa hukuman-Nya

Kelima, mencintai Allah... karena seorang kekasih tentu akan menaati sosok yang dikasihinya... Sesungguhnya maksiat
itu muncul diakibatkan oleh lemahnya rasa cinta.

Keenam, menjaga kemuliaan dan kesucian diri serta memelihara kehormatan dan kebaikannya... Sebab perkara-perkara
inilah yang akan bisa membuat dirinya merasa mulia dan rela meninggalkan berbagai perbuatan maksiat...

Ketujuh, memiliki kekuatan ilmu tentang betapa buruknya dampak perbuatan maksiat serta jeleknya akibat yang
ditimbulkannya dan juga bahaya yang timbul sesudahnya yaitu berupa muramnya wajah, kegelapan hati, sempitnya hati
dan gundah gulana yang menyelimuti diri... karena dosa-dosa itu akan membuat hati menjadi mati...

Kedelapan, memupus buaian angan-angan yang tidak berguna. Dan hendaknya setiap insan menyadari bahwa dia tidak
akan tinggal selamanya di alam dunia. Dan mestinya dia sadar kalau dirinya hanyalah sebagaimana tamu yang singgah
di sana, dia akan segera berpindah darinya. Sehingga tidak ada sesuatu pun yang akan mendorong dirinya untuk
semakin menambah berat tanggungan dosanya, karena dosa-dosa itu jelas akan membahayakan dirinya dan sama
sekali tidak akan memberikan manfaat apa-apa.

Kesembilan, hendaknya menjauhi sikap berlebihan dalam hal makan, minum dan berpakaian. Karena sesungguhnya
besarnya dorongan untuk berbuat maksiat hanyalah muncul dari akibat berlebihan dalam perkara-perkara tadi. Dan di
antara sebab terbesar yang menimbulkan bahaya bagi diri seorang hamba adalah... waktu senggang dan lapang yang
dia miliki... karena jiwa manusia itu tidak akan pernah mau duduk diam tanpa kegiatan... sehingga apabila dia tidak
disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat maka tentulah dia akan disibukkan dengan hal-hal yang berbahaya baginya.

Kesepuluh, sebab terakhir adalah sebab yang merangkum sebab-sebab di atas... yaitu kekokohan pohon keimanan
yang tertanam kuat di dalam hati... Maka kesabaran hamba untuk menahan diri dari perbuatan maksiat itu sangat
tergantung dengan kekuatan imannya. Setiap kali imannya kokoh maka kesabarannya pun akan kuat... dan apabila
imannya melemah maka sabarnya pun melemah... Dan barang siapa yang menyangka bahwa dia akan sanggup
meninggalkan berbagai macam penyimpangan dan perbuatan maksiat tanpa dibekali keimanan yang kokoh maka
sungguh dia telah keliru.

***

Diterjemahkan dari artikel berjudul _Asyru Nashaa_ih libnil Qayyim li Shabri _anil Ma_shiyah, www.ar.islamhouse.com

Kamis, 08 Oktober 2009

Bersabarlah!

Bersabarlah!

Kehidupan seseorang di dunia ini tidak pernah terlepas dari dua keadaan, keadaan mendapatkan kenikmatan ataupun
keadaan mendapatkan musibah. Kewajiban seorang muslim adalah bersyukur ketika mendapatkan kenikmatan dan
bersabar ketika mendapatkan musibah. Inilah keadaan yang hanya dimiliki oleh muslim sejati, bagaimanapun keadaan
yang dialaminya, dia selalu dalam kebaikan dan tetap masih bisa menuai pahala. Bersabar bagi seorang muslim adalah
suatu keharusan, karena inilah yang diperintahkan ketika seorang muslim menghadapi musibah. Sabar merupakan
kewajiban bagi seorang muslim berdasarkan Al Quran, As Sunnah, Ijma', dan juga akal yang sehat.

Hadits Tentang Sabar

Di antara hadits Rasulullah yang menunjukkan kewajiban bagi seorang muslim untuk bersabar adalah hadits berikut.

Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah melewati seorang wanita yang sedang menangis di
samping sebuah kubur, kemudian beliau bersabda: 'Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!' Kemudian wanita itu
berkata: 'Menjauhlah dariku! Sesungguhnya engkau tidak mengetahui musibah yang aku alami.' Wanita tersebut tidak
mengetahui siapa yang berbicara tadi. Kemudian ada yang berkata kepadanya: 'Dia adalah Nabi.' Kemudian wanita
tersebut mendatangi rumah nabi dan tidak mendapatkan penjaga di rumah nabi, kemudian berkata, 'Aku tidak
mengetahui bahwa engkau adalah nabi.' Rasulullah bersabda: 'Sabar itu hanyalah pada saat tertimpa musibah yang
pertama kali.'" (Muttafaqun 'alaihi). Dan dalam riwayat Muslim, "Menangis atas kematian anaknya." (HR. Bukhori 1283
dan Muslim Muslim 926)

Penjelasan Global Hadis

Dari Anas radhiallahu 'anhu bahwasanya nabi melewati seorang wanita yang berada di samping kuburan anak kecil
yang telah meninggal. Wanita ini sangat mencintainya sehingga tidak mampu menahan diri untuk tidak menangis. Ketika
Rasulullah melihatnya beliau memerintahkan wanita tersebut untuk bertakwa kepada Allah dan bersabar. Rasulullah
bersabda kepada wanita tersebut: "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!" Kemudian wanita tersebut berkata:
"Menjauhlah dariku! Sesungguhnya engkau tidak mengalami musibah seperti yang aku alami." Hal ini menunjukkan
terkadang musibah menimpa seseorang dengan cobaan yang berat. Kemudian nabi meninggalkan wanita tersebut.

Kemudian dikatakan kepada wanita tersebut bahwasanya yang berbicara kepadanya tadi adalah Rasulullah. Wanita
tersebut menyesal kemudian menemui Rasulullah dan tidak ada seorang pun yang menghalanginya untuk masuk ke
rumah beliau. Kemudian wanita tersebut bercerita dan mengatakan, "Sesungguhnya aku tidak mengetahui kalau engkau
adalah Rasulullah." Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Yang disebut sabar itu hanyalah pada saat
tertimpa musibah yang pertama kali." Sabar yang berpahala adalah sabar pada saat pertama kali musibah menimpa
dirinya. Inilah hakikat sabar.

Pengertian dan Macam-Macam Sabar

Sabar secara bahasa berarti menahan. Secara istilah syar'i yaitu menahan jiwa dari tiga perkara: dalam melaksanakan
ketaatan kepada Allah, dari meninggalkan hal-hal yang diharamkan Allah, dan dalam menerima takdir yang telah
ditetapkan Allah. Seseorang harus sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah karena terkadang ketaatan
menimbulkan keberatan dalam jiwa sehingga seseorang menjadi sulit dalam melaksanakannya. Terkadang ketaatan
juga berat bagi badan sehingga menimbulkan kelelahan. Demikian juga dalam melakukan ketaatan menimbulkan
kesusahan berupa harta seperi pada saat melaksanakan zakat dan haji.

Sabar dalam meninggalkan segala sesuatu yang Allah haramkan yaitu seseorang menahan diri dari segala sesuatu
yang Allah haramkan karena nafsu yang jelek selalu mengajak kepada kejelekan, sehingga seseorang harus bisa
menahan jiwanya. Seseorang tatkala menahan jiwa dan nafsunya dari melaksanakan kemaksiatan sehingga dia tidak
melaksanakannya membutuhkan kesabaran

Seseorang juga harus sabar dalam menghadapi takdir Allah yang buruk, baik berupa ujian fisik, harta, keluarga, dan lainlain,
maka dibutuhkan kesabaran. Dia harus bersabar dari menampakkan kegelisahan dengan lisan, hati, maupun
anggota badannya. (Lihat Syarah Riyaadhis Shoolihiin, Syaikh Ibnu 'Utsaimin).

Tingkatan Dalam Menghadapi Musibah

Seseorang berbeda-beda sikapnya tatkala menghadapi musibah. Keadaan manusia dalam menghadapi musibah terbagi
dalam empat golongan:

1. Marah

Keadaan ini adalah keadaan orang-orang yang marah dalam menghadapi musibah, baik marah dengan hatinya,
dengan lisannya, atau dengan anggota badannya. Marah dalam hatinya, misalnya dia marah dan benci kepada Allah
dan merasa seolah-olah Allah menzaliminya dengan musibah tersebut. Marah dengan lisannya, misalnya dengan
berdoa dengan kecelakaan. Marah dengan anggota badan, misalnya dengan menampar pipi dan kepala, menjambak
rambut, dan merobek pakaian, dan yang semisalnya. Marah dalam menghadapi musibah ini adalah haram karena
menyelisihi sabar yang diwajibkan. Ini adalah keadaannya orang-orang yang celaka yang tidak mendapatkan balasan
dari musibah yang dialaminya, bahkan dia mendapatkan dosa. Maka orang seperti ini dia mendapatkan dua musibah
sekaligus, musibah dalam agamanya berupa murka Allah dan musibah dunia yang dialaminya.

2. Sabar

Keadaan ini adalah keadaan bersabar dalam menghadapi musibah dengan menahan nafsunya. Dia benci dan tidak
suka dengan musibah yang terjadi, akan tetapi dia menahan nafsunya dari berkata-kata yang menimbulkan murka Allah,
melakukan perbuatan yang mendatangkan azab Allah, dan tidak ada dalam hatinya kebencian terhadap Allah. Dia
bersabar, akan tetapi dia tidak suka musibah tersebut menimpa dirinya. Bersabar adalah wajib karena Allah dan Rasul-
Nya telah memerintahkan untuk bersabar. Allah berfirman,


"Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al Anfal: 46)

3. Ridho

Pada keadaan ini seseorang ridho dan merasa lapang dada dengan musibah yang dialaminya. Ia benar-benar ridho
seolah-olah musibah tersebut tidak menimpanya. Ridho ketika menghadapi musibah hukumnya adalah sunnah.

4. Syukur

Keadaan terakhir adalah seseorang bersyukur kepada Allah atas musibah yang menimpa dirinya. Rasulullah apabila
melihat sesuatu yang beliau tidak suka beliau mengucapkan "Alhamdulillahi 'ala kulli haal." (Segala puji bagi Allah dalam
setiap keadaan). Bersyukur kepada Allah karena Allah memberinya pahala atas musibah yang dia alami lebih besar
daripada musibah yang dia rasakan. Tingkatan ini adalah tingkat yang paling tinggi, karena dia bersyukur kepada Allah
terhadap musibah yang menimpanya. Karena dia tahu, bahwa musibah ini merupakan sebab ditutupnya kejelekankejelekannya
dan barangkali untuk menambah kebaikan-kebaikannya. Nabi bersabda yang artinya, "Tidak ada satu
musibah pun yang menimpa seorang muslim kecuali Allah akan menutupi dosa dengannya, meski sekedar duri yang
menusuknya." (Muttafaqun 'alaihi). (Lihat Syarah Riyaadhis Shoolihiin dan Majmu' Fatawa, Syaikh Ibnu 'Utsaimin).

Untaian Hikmah Hadits

Hadits di atas memilki beberapa pesan di antaranya:

Pertama, betapa bagus akhlak Rasulullah dan cara beliau dalam mendakwahkan kebaikan. Hal ini dapat kita lihat ketika
beliau melihat seorang wanita yang sedang menangis di samping kubur, beliau memerintahkannya untuk bertakwa
kepada Allah dan bersabar. Tatkala wanita tersebut berkata, "Menjauhlah dariku!" Rasulullah tidak marah kepadanya,
tidak memaksanya, dan tidak memperlakukannya dengan keras karena beliau mengetahui bahwa dia tidak mampu
mengontrol dirinya karena kesedihan yang menimpanya. Oleh karena itu ia keluar rumah dan menangis di samping
kubur.

Kedua, seseorang itu dimaafkan karena dia tidak tahu, baik tidak tahu hukum syar'i maupun jahil terhadap keadaan yang
sebenarnya. Ketika wanita tersebut berkata kepada Rasulullah: "Menjauhlah dariku!" padahal Rasulullah
memerintahkannya dengan kebaikan, bertakwa, dan bersabar. Akan tetapi wanita tersebut tidak mengetahui kalau lawan
bicaranya adalah Rasulullah, maka Rasulullah memaafkannya. Hal ini menunjukkan tawadhu'nya Nabi dan sikap beliau
yang lemah lembut terhadap orang yang tidak tahu.

Ketiga, menangis di sisi kubur menunjukkan sikap tidak sabar ketika menghadapi musibah karena Rasulullah bersabda
kepada wanita yang menangis di samping kubur: "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!"

Keempat, sabar terpuji adalah bersabar ketika pertama kali mendapatkan musibah, bukan setelah terlewatinya musibah.
Hal ini karena jika telah lewat waktu terjadinya musibah, maka musibah pun juga akan terlupakan, dan bersabar pada
saat itu tidak bermanfaat.

Kelima, tidak sepantasnya bagi seorang yang mempunyai kepentingan bagi kaum muslimin menjadikan di rumahnya
pengawal yang menghalangi manusia yang membutuhkannya untuk menemuinya (baca: satpam).

Keenam, seseorang yang diperintahkan dengan kebaikan hendaknya menerima dengan baik dan tunduk kepada
kebenaran walaupun dia tidak mengetahui siapa yang memerintahnya. (Lihat Syarah Riyaadhis Shoolihiin oleh Syaikh
Ibnu 'Utsaimin, dan Bahjatun Naadzirin Syarah Riyaadhis Shoolihin oleh Syaikh Salim Bin 'Ied Al Hilaly).

Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah untuk senantiasa bersabar di dunia ini, baik ketika melaksanakan ketaatan,
menghindari maksiat, dan menghadapi musibah. Wallahul musta'aan.

(sumber: http://www.muslim.or.id Jumat, 07 Desember 2007)

Rabu, 07 Oktober 2009

Goresan Hati dari Sumbar….

Goresan Hati dari Sumbar….

Saat itu matahari mulai meredupkan sinarnya
Saat dimana manusia masih asyik dengan aktivitasnya
Saat dimana bumi tiba-tiba bergoncang…..
Ya Alloh, ada apa ini… apa yang yang terjadi…?

Seketika orang-orang berhamburan keluar dari rumah-rumah dan gedung-gedung
Seketika perlahan tapi pasti bangunan-bangunanpun mulai runtuh
Diantara mereka ada yang selamat….. diantara mereka ada yang terjebak….
Bahkan diantara mereka ada yang tertimbun bangunan dan longsoran tanah

Pada saat itu mereka panik…
Berlari tanpa arah yang pasti…
Ada jeritan…. ada tanngisan…..
Ada ratapan… ada penyesalan…

Diantara mereka ada yang kehilangan sanak saudara
Diantara mereka ada yang kehilangan harta benda
Diantara mereka ada yang terluka
Diantara mereka ada yang kehilangan harapan…

Ada anak yang kehilangan ayahnya
Ada suami yang kehilangan isterinya
Bukan hanya satu… bahkan mereka kehilangan beberapa anggota keluarganya
Bahkan diantara mereka ada yang kini hidup sebatangkara

Allohu Akbar…. Allohu Akbar….
Ya Alloh… betapa besar kekuasaan Mu
Betapa lemah manusia dihadapan Mu
Betapa tak berdaya hamba Mu tanpa pertolongan dari Mu

Ya Alloh…
Ampunilah segala kesombongan kami
Maafkanlah segala maksiat dan kedzholiman kami
Robbana dzholamna anfusana wailam taghfirlana lanakuunana minal khosirin…

Ya Alloh, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.
Ya Alloh, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
Beri ma'aflah kami.. ampunilah kami.. dan rahmatilah kami..
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami

Hanya kepada Mu ya Alloh kami bertobat
Hanya kepada Mu ya Alloh kami memohon ampunan
Hanya kepada Mu ya Alloh kami meminta pertolongan
Ampunilah kami… sayangilah kami… terimalah tobat kami



(ini bukan puisi…, hanya goresan hati…. By riez79)

Jumat, 02 Oktober 2009

eXpert Peduli Sumatera

eXpert Peduli Sumatera

Kami atas nama Pengurus eXpert Community mengucapkan Turut Berduka dan Berbelasungkawa atas musibah gempa bumi yang berkekuatan 7,6 SR yang menimpa Padang Sumatera Barat.

Sebagai wujud kepedulian kami terhadap korban gempa sumatera, kami membuka kesempatan bagi anda yang ingin turut meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah.

Salurkan sumbangan anda melalui : Dompet “eXpert Peduli Sumatera”

Bank Syariah Mandiri Cabang Bekasi
No. Rek. : 005008445
a/n : Firdaus Rochimat

Bank BNI Cabang Tebet
No. Rek. :0064398289
a/n : Firdaus Rochimat

Harap memberikan konfirmasi via sms apabila telah melakukan transfer ke
0813 8351 5195 dengan format : gempa#nama#nominal

Sekecil apapun sumbangan yang anda berikan akan dapat meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah.

Terimakasih. Salam Expertise….!!


NB:
- Laporan penerimaan dan penyaluran dana akan kami informasikan dalam waktu berkala.
- Untuk Informasi lebih lanjut hubungi Firdaus Rochimat 0813 8351 5195

ahsanTV



- See more at: http://belajarislamdansunnah.blogspot.com/2013/08/cara-memasang-live-streaming-radio.html#sthash.23GE9Jq2.dpuf